Informasi terbaru seputar dunia bisnis, ekonomi makro/mikro, perbankan, pasar modal, investasi, dan keuangan terkini di Indonesia dan global.
Menampilkan 1-8 dari 8 berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran kementerian/lembaga ketimbang menambah utang atau menaikkan defisit APBN di atas 3%. Langkah "ketat ikat pinggang" ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah. Pemerintah juga siap menggunakan Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk menutup potensi pelebaran defisit.

Kadin Indonesia memproyeksikan perputaran uang selama periode Lebaran 2026 bisa mencapai Rp161,8 triliun, naik 8% dari tahun lalu. Lonjakan konsumsi masyarakat untuk tiket, BBM, hingga kebutuhan pokok ini diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026. Pemerintah pun diminta menjaga pasokan energi di tengah ketegangan geopolitik global agar daya beli tetap terjaga.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah hingga Rp16.994 pada Senin (16/3/2026), nyaris menembus level psikologis Rp17.000. Pelemahan ini dipicu oleh memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengerek harga minyak dunia dan memicu sentimen risk-off. Meski data ekonomi AS sempat menahan laju dolar, rupiah diproyeksi bergerak di kisaran Rp16.900-Rp17.050 pekan ini.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa siap jalankan perintah Presiden Prabowo terkait ambang batas defisit fiskal 3% demi akselerasi pertumbuhan ekonomi.

Saham PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) anjlok drastis! BEI langsung tetapkan status UMA (Unusual Market Activity) untuk awasi pergerakan liar ini demi melindungi modal para investor.

Harga minyak meroket akibat serangan di Selat Hormuz. Bersamaan dengan itu, kebijakan tarif baru Trump ancam ekspor Indonesia, sementara perang Iran mulai lumpuhkan pusat data AI global.

Harga minyak melonjak lebih dari 7% tembus $99 per barel meski IEA merilis 400 juta barel cadangan darurat. Pasar panik karena penutupan Selat Hormuz mengancam pasokan energi global.

Harga emas terus merosot akibat lonjakan harga minyak dan ancaman inflasi AS. Sementara itu, serangan Iran ke fasilitas bahan bakar Bahrain memicu kekhawatiran perang berkepanjangan di Timur Tengah.