Kiamat Energi? Harga Minyak Meroket Tajam Meski Ratusan Juta Barel Cadangan Darurat Dunia Dicairkan!

Bisnis12 Maret 20262 menit baca
Kiamat Energi? Harga Minyak Meroket Tajam Meski Ratusan Juta Barel Cadangan Darurat Dunia Dicairkan!

Harga Minyak Meroket Tajam

Harga minyak melonjak lebih dari 7% tembus $99 per barel meski IEA merilis 400 juta barel cadangan darurat. Pasar panik karena penutupan Selat Hormuz mengancam pasokan energi global.

Harga minyak dunia melonjak tajam lebih dari 7% pada perdagangan hari Kamis, dengan patokan global Brent menyentuh angka $99,1 dan West Texas Intermediate (WTI) di level $93,8 per barel. Lonjakan drastis ini terjadi justru setelah Badan Energi Internasional (IEA) mengumumkan pelepasan cadangan minyak darurat terbesar sepanjang sejarah, yakni sebanyak 400 juta barel dari 32 negara anggotanya.

Pasar tampaknya sama sekali tidak terkesan dengan langkah bersejarah tersebut. Para pedagang meragukan bahwa tumpukan cadangan pemerintah mampu menutupi guncangan pasokan raksasa yang dipicu oleh perang di Timur Tengah. Terganggunya aliran minyak melalui Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui seperlima pasokan minyak global—membuat pasar saat ini sepenuhnya bergerak dalam "mode panik" yang dipenuhi ketakutan dan ketidakpastian.

Para analis menilai bahwa pelepasan rekor cadangan IEA ini sebenarnya hanya mampu menutupi sekitar seperempat dari defisit pasokan yang mencapai 20 juta barel per hari akibat krisis Hormuz. Keputusan drastis IEA ini justru mengirimkan sinyal bahaya kepada investor, mengindikasikan bahwa badan tersebut meyakini perang tidak akan berakhir dalam waktu dekat.

Masalah logistik dan waktu pengiriman juga menjadi alasan utama mengapa harga terus meroket. Meskipun Amerika Serikat berjanji melepaskan 172 juta barel dari Cadangan Minyak Strategisnya, proses distribusinya diperkirakan memakan waktu hingga 120 hari. Ketidakjelasan mengenai seberapa cepat minyak darurat ini bisa benar-benar masuk ke pasar fisik membuat para pedagang enggan menurunkan harga.

Ke depannya, prospek harga energi global diprediksi akan tetap gelap. Selain krisis jangka pendek yang belum terpecahkan, negara-negara anggota IEA nantinya harus kembali membeli minyak untuk mengisi ulang cadangan darurat mereka yang terkuras. Hal ini mengisyaratkan bahwa harga minyak dunia berpotensi akan terus bertengger di level tinggi, bahkan jauh setelah konflik bersenjata di Timur Tengah mereda.

Berita Lainnya

Antisipasi Lonjakan Harga Minyak, Menkeu Purbaya Pilih Efisiensi Anggaran Ketimbang Tambah Utang
Bisnis

Antisipasi Lonjakan Harga Minyak, Menkeu Purbaya Pilih Efisiensi Anggaran Ketimbang Tambah Utang

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran kementerian/lembaga ketimbang menambah utang atau menaikkan defisit APBN di atas 3%. Langkah "ketat ikat pinggang" ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah. Pemerintah juga siap menggunakan Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk menutup potensi pelebaran defisit.

17 Maret 2026
Kadin Proyeksikan Perputaran Uang Libur Lebaran 2026 Tembus Rp 161 Triliun
Bisnis

Kadin Proyeksikan Perputaran Uang Libur Lebaran 2026 Tembus Rp 161 Triliun

Kadin Indonesia memproyeksikan perputaran uang selama periode Lebaran 2026 bisa mencapai Rp161,8 triliun, naik 8% dari tahun lalu. Lonjakan konsumsi masyarakat untuk tiket, BBM, hingga kebutuhan pokok ini diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026. Pemerintah pun diminta menjaga pasokan energi di tengah ketegangan geopolitik global agar daya beli tetap terjaga.

16 Maret 2026
Rupiah Nyaris Tembus Rp 17.000 per Dolar AS, Terdampak Panasnya Konflik Timur Tengah
Bisnis

Rupiah Nyaris Tembus Rp 17.000 per Dolar AS, Terdampak Panasnya Konflik Timur Tengah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah hingga Rp16.994 pada Senin (16/3/2026), nyaris menembus level psikologis Rp17.000. Pelemahan ini dipicu oleh memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengerek harga minyak dunia dan memicu sentimen risk-off. Meski data ekonomi AS sempat menahan laju dolar, rupiah diproyeksi bergerak di kisaran Rp16.900-Rp17.050 pekan ini.

16 Maret 2026
Defisit APBN Bakal Tembus 3%? Menkeu Purbaya: Kalau Perintah, Kita Jalankan!
Bisnis

Defisit APBN Bakal Tembus 3%? Menkeu Purbaya: Kalau Perintah, Kita Jalankan!

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa siap jalankan perintah Presiden Prabowo terkait ambang batas defisit fiskal 3% demi akselerasi pertumbuhan ekonomi.

14 Maret 2026
Harga Sahamnya Terjun Bebas Tak Wajar, BEI Langsung 'Semprit' Keras Futura Energi Global (FUTR)!
Bisnis

Harga Sahamnya Terjun Bebas Tak Wajar, BEI Langsung 'Semprit' Keras Futura Energi Global (FUTR)!

Saham PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) anjlok drastis! BEI langsung tetapkan status UMA (Unusual Market Activity) untuk awasi pergerakan liar ini demi melindungi modal para investor.

13 Maret 2026
Kiamat Ekonomi Dunia! Perang Iran Memanas, Harga Minyak Meledak, dan Trump Tiba-tiba Incar Indonesia!
Bisnis

Kiamat Ekonomi Dunia! Perang Iran Memanas, Harga Minyak Meledak, dan Trump Tiba-tiba Incar Indonesia!

Harga minyak meroket akibat serangan di Selat Hormuz. Bersamaan dengan itu, kebijakan tarif baru Trump ancam ekspor Indonesia, sementara perang Iran mulai lumpuhkan pusat data AI global.

12 Maret 2026