Harga Sahamnya Terjun Bebas Tak Wajar, BEI Langsung 'Semprit' Keras Futura Energi Global (FUTR)!

Bisnis13 Maret 20262 menit baca
Harga Sahamnya Terjun Bebas Tak Wajar, BEI Langsung 'Semprit' Keras Futura Energi Global (FUTR)!

Saham Futura Energi Global Tbk (FUTR)

Saham PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) anjlok drastis! BEI langsung tetapkan status UMA (Unusual Market Activity) untuk awasi pergerakan liar ini demi melindungi modal para investor.

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menunjukkan ketegasannya dalam menjaga stabilitas pasar modal. Otoritas bursa tersebut mengumumkan telah menempatkan saham PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) dalam radar pengawasan khusus. Langkah cepat ini diambil menyusul pergerakan harga saham perusahaan tersebut yang terindikasi di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA), di mana nilai sahamnya mengalami penurunan yang sangat signifikan dan tidak wajar dalam waktu singkat.

Pihak manajemen BEI melalui keterbukaan informasi menegaskan bahwa status UMA ini merupakan bentuk intervensi preventif. Mereka sedang mencermati secara saksama setiap pola transaksi yang terjadi pada saham emiten energi tersebut. Meskipun demikian, BEI mengingatkan publik bahwa penetapan status UMA tidak selalu berarti telah terjadi tindak pelanggaran hukum atau manipulasi di pasar modal oleh pihak emiten.

Langkah pengawasan ketat ini murni dilakukan sebagai upaya perlindungan maksimal bagi para investor, khususnya mereka yang saat ini memegang portofolio saham FUTR. Otoritas bursa tidak ingin ada investor ritel maupun institusi yang terjebak dalam fluktuasi harga tak berdasar yang bisa mengakibatkan kerugian finansial dalam jumlah besar.

Sebagai catatan, informasi resmi terakhir yang disetorkan oleh pihak Futura Energi Global (FUTR) kepada bursa adalah pada tanggal 10 Maret 2026 lalu. Informasi tersebut hanya berupa laporan bulanan rutin mengenai registrasi pemegang efek, tanpa ada sentimen bisnis atau aksi korporasi besar yang seharusnya memicu kepanikan jual (panic selling) sehebat ini.

Oleh karena itu, BEI mengimbau seluruh pelaku pasar untuk lebih berhati-hati. Para investor disarankan untuk menunggu jawaban resmi atau konfirmasi dari pihak emiten terkait anjloknya harga saham ini. Selain itu, investor juga diwanti-wanti untuk mengkaji ulang kinerja fundamental perusahaan serta rencana aksi korporasi yang belum mendapat restu dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebelum mengambil keputusan jual atau beli yang impulsif.

Berita Lainnya

Antisipasi Lonjakan Harga Minyak, Menkeu Purbaya Pilih Efisiensi Anggaran Ketimbang Tambah Utang
Bisnis

Antisipasi Lonjakan Harga Minyak, Menkeu Purbaya Pilih Efisiensi Anggaran Ketimbang Tambah Utang

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran kementerian/lembaga ketimbang menambah utang atau menaikkan defisit APBN di atas 3%. Langkah "ketat ikat pinggang" ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah. Pemerintah juga siap menggunakan Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk menutup potensi pelebaran defisit.

17 Maret 2026
Kadin Proyeksikan Perputaran Uang Libur Lebaran 2026 Tembus Rp 161 Triliun
Bisnis

Kadin Proyeksikan Perputaran Uang Libur Lebaran 2026 Tembus Rp 161 Triliun

Kadin Indonesia memproyeksikan perputaran uang selama periode Lebaran 2026 bisa mencapai Rp161,8 triliun, naik 8% dari tahun lalu. Lonjakan konsumsi masyarakat untuk tiket, BBM, hingga kebutuhan pokok ini diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026. Pemerintah pun diminta menjaga pasokan energi di tengah ketegangan geopolitik global agar daya beli tetap terjaga.

16 Maret 2026
Rupiah Nyaris Tembus Rp 17.000 per Dolar AS, Terdampak Panasnya Konflik Timur Tengah
Bisnis

Rupiah Nyaris Tembus Rp 17.000 per Dolar AS, Terdampak Panasnya Konflik Timur Tengah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah hingga Rp16.994 pada Senin (16/3/2026), nyaris menembus level psikologis Rp17.000. Pelemahan ini dipicu oleh memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengerek harga minyak dunia dan memicu sentimen risk-off. Meski data ekonomi AS sempat menahan laju dolar, rupiah diproyeksi bergerak di kisaran Rp16.900-Rp17.050 pekan ini.

16 Maret 2026
Defisit APBN Bakal Tembus 3%? Menkeu Purbaya: Kalau Perintah, Kita Jalankan!
Bisnis

Defisit APBN Bakal Tembus 3%? Menkeu Purbaya: Kalau Perintah, Kita Jalankan!

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa siap jalankan perintah Presiden Prabowo terkait ambang batas defisit fiskal 3% demi akselerasi pertumbuhan ekonomi.

14 Maret 2026
Kiamat Ekonomi Dunia! Perang Iran Memanas, Harga Minyak Meledak, dan Trump Tiba-tiba Incar Indonesia!
Bisnis

Kiamat Ekonomi Dunia! Perang Iran Memanas, Harga Minyak Meledak, dan Trump Tiba-tiba Incar Indonesia!

Harga minyak meroket akibat serangan di Selat Hormuz. Bersamaan dengan itu, kebijakan tarif baru Trump ancam ekspor Indonesia, sementara perang Iran mulai lumpuhkan pusat data AI global.

12 Maret 2026
Kiamat Energi? Harga Minyak Meroket Tajam Meski Ratusan Juta Barel Cadangan Darurat Dunia Dicairkan!
Bisnis

Kiamat Energi? Harga Minyak Meroket Tajam Meski Ratusan Juta Barel Cadangan Darurat Dunia Dicairkan!

Harga minyak melonjak lebih dari 7% tembus $99 per barel meski IEA merilis 400 juta barel cadangan darurat. Pasar panik karena penutupan Selat Hormuz mengancam pasokan energi global.

12 Maret 2026