Kiamat Ekonomi Dunia! Perang Iran Memanas, Harga Minyak Meledak, dan Trump Tiba-tiba Incar Indonesia!

Bisnis12 Maret 20262 menit baca
Kiamat Ekonomi Dunia! Perang Iran Memanas, Harga Minyak Meledak, dan Trump Tiba-tiba Incar Indonesia!

Aktivitas pengeboran dan produksi minyak global berada di bawah tekanan pasar seiring dengan krisis di Selat Hormuz dan lonjakan harga energi dunia.

Harga minyak meroket akibat serangan di Selat Hormuz. Bersamaan dengan itu, kebijakan tarif baru Trump ancam ekspor Indonesia, sementara perang Iran mulai lumpuhkan pusat data AI global.

Pasar global kembali dilanda kepanikan hebat meskipun pelepasan ratusan juta barel cadangan minyak darurat oleh IEA dan AS telah diumumkan. Alih-alih mereda, harga minyak mentah justru ditutup melambung lebih dari 4% menyusul insiden penyerangan proyektil terhadap tiga kapal kargo komersial di sekitar Selat Hormuz yang memaksa kru melakukan evakuasi darurat.

Dampak penutupan jalur vital Selat Hormuz rupanya tidak hanya memicu krisis energi, tetapi juga ancaman krisis pangan. Sepertiga pasokan pupuk dunia yang biasanya melewati wilayah ini kini terhenti total. Mengingat saat ini adalah fase krusial awal siklus tanam, gangguan pasokan ini dipastikan akan mengerek biaya pertanian secara drastis dan berujung pada lonjakan inflasi pangan global.

Di tengah kekacauan suplai ini, pemerintahan Presiden Donald Trump kembali menyulut ketegangan perang dagang yang membuat pasar semakin gemetar. Amerika Serikat resmi meluncurkan investigasi besar-besaran berdasarkan Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan 1974 yang menargetkan belasan negara Asia, termasuk Indonesia, China, dan Jepang, terkait dugaan praktik perdagangan yang tidak adil.

Eskalasi perang yang terus meluas di Timur Tengah juga menghantam ambisi perusahaan teknologi raksasa. Investasi bernilai miliaran dolar untuk pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di kawasan yang dulunya menjanjikan energi murah dan lahan luas tersebut, kini terancam mandek akibat pusaran konflik bersenjata yang berkepanjangan.

Beberapa fasilitas pusat data di Timur Tengah bahkan dilaporkan telah menjadi target serangan fisik secara langsung. Hal ini mengakibatkan kelumpuhan sistem pada layanan perbankan, pembayaran digital, hingga operasional perusahaan. Kombinasi mematikan antara krisis energi, kelangkaan pupuk, kebijakan agresif Trump, dan hancurnya infrastruktur digital ini menempatkan perekonomian dunia di ujung tanduk.

Berita Lainnya

Antisipasi Lonjakan Harga Minyak, Menkeu Purbaya Pilih Efisiensi Anggaran Ketimbang Tambah Utang
Bisnis

Antisipasi Lonjakan Harga Minyak, Menkeu Purbaya Pilih Efisiensi Anggaran Ketimbang Tambah Utang

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran kementerian/lembaga ketimbang menambah utang atau menaikkan defisit APBN di atas 3%. Langkah "ketat ikat pinggang" ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah. Pemerintah juga siap menggunakan Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk menutup potensi pelebaran defisit.

17 Maret 2026
Kadin Proyeksikan Perputaran Uang Libur Lebaran 2026 Tembus Rp 161 Triliun
Bisnis

Kadin Proyeksikan Perputaran Uang Libur Lebaran 2026 Tembus Rp 161 Triliun

Kadin Indonesia memproyeksikan perputaran uang selama periode Lebaran 2026 bisa mencapai Rp161,8 triliun, naik 8% dari tahun lalu. Lonjakan konsumsi masyarakat untuk tiket, BBM, hingga kebutuhan pokok ini diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026. Pemerintah pun diminta menjaga pasokan energi di tengah ketegangan geopolitik global agar daya beli tetap terjaga.

16 Maret 2026
Rupiah Nyaris Tembus Rp 17.000 per Dolar AS, Terdampak Panasnya Konflik Timur Tengah
Bisnis

Rupiah Nyaris Tembus Rp 17.000 per Dolar AS, Terdampak Panasnya Konflik Timur Tengah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah hingga Rp16.994 pada Senin (16/3/2026), nyaris menembus level psikologis Rp17.000. Pelemahan ini dipicu oleh memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengerek harga minyak dunia dan memicu sentimen risk-off. Meski data ekonomi AS sempat menahan laju dolar, rupiah diproyeksi bergerak di kisaran Rp16.900-Rp17.050 pekan ini.

16 Maret 2026
Defisit APBN Bakal Tembus 3%? Menkeu Purbaya: Kalau Perintah, Kita Jalankan!
Bisnis

Defisit APBN Bakal Tembus 3%? Menkeu Purbaya: Kalau Perintah, Kita Jalankan!

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa siap jalankan perintah Presiden Prabowo terkait ambang batas defisit fiskal 3% demi akselerasi pertumbuhan ekonomi.

14 Maret 2026
Harga Sahamnya Terjun Bebas Tak Wajar, BEI Langsung 'Semprit' Keras Futura Energi Global (FUTR)!
Bisnis

Harga Sahamnya Terjun Bebas Tak Wajar, BEI Langsung 'Semprit' Keras Futura Energi Global (FUTR)!

Saham PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) anjlok drastis! BEI langsung tetapkan status UMA (Unusual Market Activity) untuk awasi pergerakan liar ini demi melindungi modal para investor.

13 Maret 2026
Kiamat Energi? Harga Minyak Meroket Tajam Meski Ratusan Juta Barel Cadangan Darurat Dunia Dicairkan!
Bisnis

Kiamat Energi? Harga Minyak Meroket Tajam Meski Ratusan Juta Barel Cadangan Darurat Dunia Dicairkan!

Harga minyak melonjak lebih dari 7% tembus $99 per barel meski IEA merilis 400 juta barel cadangan darurat. Pasar panik karena penutupan Selat Hormuz mengancam pasokan energi global.

12 Maret 2026