Harga Emas Anjlok Drastis ke $5.150! Perang Iran Meluas Hingga Serang Bahrain, Ekonomi Dunia Terancam Guncang?

Bisnis12 Maret 20262 menit baca
Harga Emas Anjlok Drastis ke $5.150! Perang Iran Meluas Hingga Serang Bahrain, Ekonomi Dunia Terancam Guncang?

Harga Emas Melemah

Harga emas terus merosot akibat lonjakan harga minyak dan ancaman inflasi AS. Sementara itu, serangan Iran ke fasilitas bahan bakar Bahrain memicu kekhawatiran perang berkepanjangan di Timur Tengah.

Harga emas dunia (XAU/USD) terpantau terus melemah selama dua sesi berturut-turut hingga menyentuh level $5.150 pada perdagangan sesi Asia, Kamis (12/03). Penurunan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah global yang meningkatkan risiko inflasi dan menekan prospek pelonggaran kebijakan moneter. Investor mulai meragukan kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.

Kekhawatiran inflasi semakin diperkuat oleh penguatan Dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury. Data terbaru menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS bulan Februari naik 2,4% secara tahunan, membuat pasar memprediksi hanya akan ada satu kali pemotongan suku bunga di akhir tahun ini. Fokus investor kini tertuju pada data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang akan dirilis Jumat besok untuk menentukan arah kebijakan The Fed selanjutnya.

Di sisi lain, pasar energi sedang bergejolak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Meskipun Badan Energi Internasional (IEA) telah setuju melepaskan cadangan minyak darurat sebesar 400 juta barel—rekor terbesar dalam sejarah—langkah ini dianggap pasar masih belum memadai. Harga minyak justru terus merangkak naik karena bayang-bayang perang Iran yang diprediksi akan berlangsung lama.

Situasi geopolitik kian mencekam setelah Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan operasi militer bersama Hezbollah Lebanon. Serangan tersebut menyasar sejumlah target strategis di Israel, Yordania, dan Arab Saudi. Terbaru, Kementerian Dalam Negeri Bahrain melaporkan adanya serangan Iran yang menghantam tangki bahan bakar di Provinsi Muharraq, yang semakin memanaskan ketegangan di wilayah administratif utama tersebut.

Kombinasi antara krisis geopolitik dan data ekonomi AS membuat harga emas diprediksi akan mengalami volatilitas tinggi dalam jangka pendek. Reaksi pasar terhadap berita energi dan perkembangan perang akan menjadi penentu apakah emas dapat kembali menjadi aset aman (safe haven) atau justru terus tertekan oleh dominasi Dolar. Para pelaku pasar kini bersiap menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang semakin kompleks.

Berita Lainnya

Antisipasi Lonjakan Harga Minyak, Menkeu Purbaya Pilih Efisiensi Anggaran Ketimbang Tambah Utang
Bisnis

Antisipasi Lonjakan Harga Minyak, Menkeu Purbaya Pilih Efisiensi Anggaran Ketimbang Tambah Utang

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran kementerian/lembaga ketimbang menambah utang atau menaikkan defisit APBN di atas 3%. Langkah "ketat ikat pinggang" ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah. Pemerintah juga siap menggunakan Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk menutup potensi pelebaran defisit.

17 Maret 2026
Kadin Proyeksikan Perputaran Uang Libur Lebaran 2026 Tembus Rp 161 Triliun
Bisnis

Kadin Proyeksikan Perputaran Uang Libur Lebaran 2026 Tembus Rp 161 Triliun

Kadin Indonesia memproyeksikan perputaran uang selama periode Lebaran 2026 bisa mencapai Rp161,8 triliun, naik 8% dari tahun lalu. Lonjakan konsumsi masyarakat untuk tiket, BBM, hingga kebutuhan pokok ini diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026. Pemerintah pun diminta menjaga pasokan energi di tengah ketegangan geopolitik global agar daya beli tetap terjaga.

16 Maret 2026
Rupiah Nyaris Tembus Rp 17.000 per Dolar AS, Terdampak Panasnya Konflik Timur Tengah
Bisnis

Rupiah Nyaris Tembus Rp 17.000 per Dolar AS, Terdampak Panasnya Konflik Timur Tengah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah hingga Rp16.994 pada Senin (16/3/2026), nyaris menembus level psikologis Rp17.000. Pelemahan ini dipicu oleh memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengerek harga minyak dunia dan memicu sentimen risk-off. Meski data ekonomi AS sempat menahan laju dolar, rupiah diproyeksi bergerak di kisaran Rp16.900-Rp17.050 pekan ini.

16 Maret 2026
Defisit APBN Bakal Tembus 3%? Menkeu Purbaya: Kalau Perintah, Kita Jalankan!
Bisnis

Defisit APBN Bakal Tembus 3%? Menkeu Purbaya: Kalau Perintah, Kita Jalankan!

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa siap jalankan perintah Presiden Prabowo terkait ambang batas defisit fiskal 3% demi akselerasi pertumbuhan ekonomi.

14 Maret 2026
Harga Sahamnya Terjun Bebas Tak Wajar, BEI Langsung 'Semprit' Keras Futura Energi Global (FUTR)!
Bisnis

Harga Sahamnya Terjun Bebas Tak Wajar, BEI Langsung 'Semprit' Keras Futura Energi Global (FUTR)!

Saham PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) anjlok drastis! BEI langsung tetapkan status UMA (Unusual Market Activity) untuk awasi pergerakan liar ini demi melindungi modal para investor.

13 Maret 2026
Kiamat Ekonomi Dunia! Perang Iran Memanas, Harga Minyak Meledak, dan Trump Tiba-tiba Incar Indonesia!
Bisnis

Kiamat Ekonomi Dunia! Perang Iran Memanas, Harga Minyak Meledak, dan Trump Tiba-tiba Incar Indonesia!

Harga minyak meroket akibat serangan di Selat Hormuz. Bersamaan dengan itu, kebijakan tarif baru Trump ancam ekspor Indonesia, sementara perang Iran mulai lumpuhkan pusat data AI global.

12 Maret 2026