Nantang Perang! Pemimpin Baru Iran Minta Seluruh Pangkalan Militer AS Segera Ditutup atau Hancur Lebur!

Internasional13 Maret 20262 menit baca
Nantang Perang! Pemimpin Baru Iran Minta Seluruh Pangkalan Militer AS Segera Ditutup atau Hancur Lebur!

Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei, suksesor pemimpin tertinggi Iran, kirim ultimatum keras ke Amerika Serikat. Ia ancam akan hancurkan seluruh pangkalan militer AS jika tak segera angkat kaki dari Timur Tengah.

Mojtaba Khamenei akhirnya muncul memberikan pesan publik perdananya setelah resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Penunjukannya dilakukan usai sang ayah, Ali Khamenei, yang telah berkuasa selama 37 tahun, tewas dalam serangkaian operasi militer Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu. Pesan krusial tersebut disiarkan melalui televisi nasional Iran pada Kamis, 12 Maret 2026.

Dalam pidato perdananya, sosok yang baru terpilih secara konsensus oleh Dewan Ahli Iran ini langsung melontarkan ultimatum bernada ancaman mematikan. Ia memperingatkan Washington untuk segera angkat kaki dan menutup seluruh pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di wilayah Timur Tengah. Jika tuntutan tersebut diabaikan, Khamenei menegaskan bahwa militer Iran tak segan menjadikan pangkalan-pangkalan tersebut sebagai target serangan langsung.

Selain ancaman invasi pangkalan, Khamenei juga mendeklarasikan strategi pemblokiran rute perdagangan vital global. Ia memastikan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup rapat-rapat. Pemblokiran urat nadi perairan ini digunakan Teheran sebagai senjata ekonomi pamungkas untuk menekan musuh-musuh politik mereka di tengah eskalasi konflik yang kian meruncing.

Meski begitu, Khamenei menegaskan bahwa Iran masih menjunjung tinggi nilai persahabatan dengan negara-negara tetangga di kawasan tersebut. Namun, ia juga memastikan bahwa operasi perlawanan ini tidak akan dilakukan sendirian. Sederet kelompok bersenjata sekutu, mulai dari milisi di Yaman hingga pasukan sokongan di Irak, diklaim telah bersiaga penuh untuk memberikan bantuan tempur melawan agresi AS dan Israel.

Manuver keras Khamenei ini memantik reaksi beragam dari pengamat politik internasional. Sebagian analis menilai retorika perang ini sengaja digunakan untuk mengalihkan perhatian publik dari krisis domestik dan masalah ekonomi yang sedang melilit Iran. Terlebih, seruan konfrontasi ini seakan menabrak pernyataan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, yang sebelumnya sempat menyinggung potensi gencatan senjata bersyarat.

Di sisi lain, gertakan Teheran ini diprediksi akan memicu respons keras dari Presiden AS, Donald Trump. Washington sebelumnya telah menekan Iran agar "berkaca" dari skenario politik di Venezuela, serta memaksa negara Republik Islam tersebut untuk memilih pemimpin yang bisa diajak berkompromi. Namun, melihat sikap keras kepala Khamenei, tampaknya bara konflik di Timur Tengah ini masih jauh dari kata padam, dan dukungan dari jutaan warga loyalis Iran akan terus memanaskan situasi.

Berita Lainnya

Krisis Selat Hormuz: Seruan Trump Minta Kawalan Kapal Perang Internasional Belum Disambut Positif
Internasional

Krisis Selat Hormuz: Seruan Trump Minta Kawalan Kapal Perang Internasional Belum Disambut Positif

Presiden AS Donald Trump mendesak negara-negara sekutu mengirim kapal perang untuk mengamankan Selat Hormuz yang diblokade Iran. Meski harga minyak melonjak, seruan ini belum mendapat komitmen pasti. Tiongkok dan Eropa memilih bersikap hati-hati, sementara India sukses meloloskan kapalnya lewat diplomasi. Iran sendiri menantang ancaman Trump untuk membuktikan kekuatan militernya.

Baru saja
Israel Gempur Gaza Tengah: 13 Warga Palestina Tewas dan Rencana Pembukaan Terbatas Jalur Rafah
Internasional

Israel Gempur Gaza Tengah: 13 Warga Palestina Tewas dan Rencana Pembukaan Terbatas Jalur Rafah

Serangan udara Israel menewaskan 13 warga Palestina di Gaza, termasuk sembilan petugas polisi dan seorang wanita hamil. Insiden tragis ini terjadi di tengah bulan suci Ramadan dan upaya gencatan senjata yang belum stabil. Di sisi lain, muncul kabar pembukaan terbatas gerbang Rafah pada Rabu mendatang untuk memfasilitasi ribuan pasien yang kritis di tengah krisis obat-obatan yang akut.

Baru saja
EROPA BERTINDAK TEGAS! Sanksi Diperpanjang, Putin Balas Ratakan Infrastruktur Energi Ukraina Saat Dunia Lengah!
Internasional

EROPA BERTINDAK TEGAS! Sanksi Diperpanjang, Putin Balas Ratakan Infrastruktur Energi Ukraina Saat Dunia Lengah!

Uni Eropa sepakat memperpanjang sanksi bagi pendukung invasi Rusia, memecah kebuntuan dari Hungaria dan Slovakia. Langkah ini bertepatan dengan gempuran rudal Rusia yang menghancurkan fasilitas energi Ukraina dan menewaskan enam orang di Kyiv dan Zaporizhzhia. Di tengah krisis Timur Tengah yang mengalihkan fokus dunia, para pemimpin Eropa kini mempertimbangkan negosiasi langsung dengan Putin.

15 Maret 2026
TRUMP KEOK! Veteran AS yang Nekat Bakar Bendera di Depan Gedung Putih Akhirnya Bebas dari Jerat Hukum!
Internasional

TRUMP KEOK! Veteran AS yang Nekat Bakar Bendera di Depan Gedung Putih Akhirnya Bebas dari Jerat Hukum!

Pemerintahan Presiden Donald Trump akhirnya membatalkan penuntutan terhadap Jan "Jay" Carey, veteran militer AS yang membakar bendera untuk memprotes perintah eksekutif Trump. Sebelumnya, Trump mengancam pembakar bendera dengan hukuman penjara satu tahun. Mahkamah Agung AS telah lama melindungi aksi ini sebagai kebebasan berekspresi, sehingga Departemen Kehakiman terpaksa mundur.

15 Maret 2026
LANGIT ISLAMABAD DITUTUP! Drone Taliban Menggila, Pakistan Balas Luluhlantakkan Pangkalan Militer Kandahar!
Internasional

LANGIT ISLAMABAD DITUTUP! Drone Taliban Menggila, Pakistan Balas Luluhlantakkan Pangkalan Militer Kandahar!

Ketegangan memuncak antara Pakistan dan Afghanistan setelah Taliban meluncurkan serangan drone ke wilayah Pakistan. Merespons hal tersebut, Pakistan membalas lewat serangan udara ke fasilitas militer di Kandahar. Konflik yang memanas sejak akhir Februari ini telah menewaskan 75 warga sipil dan memicu 115.000 pengungsi. PBB serta Tiongkok kini mendesak kedua pihak untuk segera berdialog.

15 Maret 2026
Kritis di ICU! Mantan Presiden Brasil Dilarikan ke Rumah Sakit, Nyawa Terancam?
Internasional

Kritis di ICU! Mantan Presiden Brasil Dilarikan ke Rumah Sakit, Nyawa Terancam?

Eks Presiden Brasil Jair Bolsonaro kritis di ICU akibat pneumonia serius. Keluarga menuding adanya penelantaran medis di penjara, sementara dokter menyebut kondisi pria 70 tahun ini sangat berisiko fatal.

14 Maret 2026