Wakapolri Tinjau Jalur Merak-Bakauheni dari Udara, Arus Mudik Terpantau Lancar

Pantauan arus mudik Lebaran 2026 di jalur penyeberangan Merak-Bakauheni, Selasa (17/3/2026). (Dokumentasi HUMAS Polri)
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memantau arus mudik Lebaran 2026 di jalur Merak-Bakauheni via udara pada Selasa (17/3). Arus dari Jakarta terpantau lancar meski mulai ada antrean di pelabuhan. Puncak arus mudik gelombang kedua diprediksi terjadi 18-19 Maret. Kepolisian telah menyiagakan Operasi Ketupat dan layanan Call Center 110 untuk membantu masyarakat selama perjalanan mudik.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo melakukan peninjauan langsung terhadap pergerakan arus mudik Lebaran 2026 melalui pemantauan udara. Fokus peninjauan kali ini menyasar jalur penyeberangan strategis yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera, yakni lintasan Merak–Bakauheni, pada Selasa (17/3/2026).
Berdasarkan hasil pengamatan dari ketinggian, Dedi melaporkan bahwa arus lalu lintas yang mengalir dari arah Jakarta menuju Pelabuhan Merak maupun sebaliknya di Pelabuhan Bakauheni masih berada dalam kategori relatif lancar. Kondisi ini didukung oleh cuaca yang cukup cerah di sekitar Selat Sunda, sehingga mempermudah mobilitas kendaraan.
"Secara umum dari hasil analisis dari udara relatif cukup lancar, dan alhamdulillah dalam kondisi cuaca yang cukup baik," ujar Komjen Dedi Prasetyo dalam keterangan resminya yang dikutip dari laman Kompas.com.
Meski jalur arteri dan tol menuju pelabuhan masih mengalir, Wakapolri mengakui bahwa titik kepadatan mulai terlihat di area dermaga. Antrean kendaraan, baik motor maupun mobil pribadi, mulai mengular di Pelabuhan Merak seiring dengan meningkatnya volume pemudik yang hendak menyeberang menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.
Pihak kepolisian memprediksi bahwa kepadatan ini akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan. Puncak arus mudik gelombang kedua diperkirakan akan jatuh pada tanggal 18 hingga 19 Maret 2026. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai periode tersebut guna menghindari terjebak kemacetan panjang.
Selain arus mudik, Polri juga telah memetakan jadwal arus balik yang diperkirakan akan terjadi dalam dua gelombang besar. Gelombang pertama arus balik diprediksi pada 24-25 Maret, sementara gelombang kedua atau puncak arus balik berikutnya diperkirakan terjadi pada 28-29 Maret 2026.
Guna mengamankan pergerakan jutaan orang ini, kepolisian telah menggelar Operasi Ketupat 2026. Berbagai langkah antisipatif telah disiapkan, mulai dari patroli rutin, pengawalan pemudik, hingga pengaturan lalu lintas secara manual maupun digital di titik-titik yang dianggap rawan kemacetan, terutama akses masuk pelabuhan.
Kesiapan infrastruktur pengamanan juga mencakup pengoperasian pos pengamanan, pos pelayanan, serta pos terpadu di sepanjang jalur mudik. Seluruh pergerakan dipantau secara real-time melalui command center untuk memastikan petugas di lapangan dapat merespons situasi darurat dengan cepat dan tepat.
Dedi Prasetyo menekankan pentingnya perencanaan perjalanan bagi para pemudik. Ia menyarankan agar masyarakat sebisa mungkin menghindari waktu-waktu puncak perjalanan agar perjalanan menuju kampung halaman terasa lebih nyaman dan aman.
Sebagai penutup, Wakapolri mengingatkan pemudik untuk memanfaatkan layanan kepolisian melalui call center 110 jika membutuhkan bantuan di jalan. Ia menegaskan bahwa seluruh personel telah diinstruksikan untuk memberikan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat selama masa libur Lebaran ini.
Sumber: Kompas.com








