Krisis Selat Hormuz: Seruan Trump Minta Kawalan Kapal Perang Internasional Belum Disambut Positif

InternasionalBaru saja3 menit baca
Krisis Selat Hormuz: Seruan Trump Minta Kawalan Kapal Perang Internasional Belum Disambut Positif

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat memberikan keterangan pers dalam sebuah pidato kenegaraan.

Presiden AS Donald Trump mendesak negara-negara sekutu mengirim kapal perang untuk mengamankan Selat Hormuz yang diblokade Iran. Meski harga minyak melonjak, seruan ini belum mendapat komitmen pasti. Tiongkok dan Eropa memilih bersikap hati-hati, sementara India sukses meloloskan kapalnya lewat diplomasi. Iran sendiri menantang ancaman Trump untuk membuktikan kekuatan militernya.

Di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, Presiden AS Donald Trump menyerukan agar komunitas internasional segera mengirimkan armada kapal perangnya ke Selat Hormuz. Langkah ini diusulkan untuk menjaga keamanan jalur pelayaran strategis tersebut seiring dengan melonjaknya harga minyak dunia secara tajam.

Melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump secara khusus menyebut negara-negara seperti Tiongkok, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris. Ia berharap negara-negara yang roda ekonominya terdampak oleh krisis energi ini bersedia mengirimkan bantuan militer guna memastikan Selat Hormuz terbebas dari ancaman blokade.

Meskipun permintaan tersebut telah dilontarkan, komitmen nyata dari negara-negara yang dituju masih minim. Menteri Energi AS, Chris Wright, menyatakan bahwa pihaknya terus menjalin dialog intensif dan berharap Tiongkok dapat menjadi mitra yang konstruktif. Namun, Kedutaan Besar Tiongkok di AS memberikan respons diplomatis dengan menekankan perlunya komunikasi untuk meredakan ketegangan, tanpa menyinggung pengerahan angkatan laut.

Keengganan Beijing ini dinilai masuk akal oleh para pengamat. Barbara Slavin, analis dari Stimson Center, menuturkan bahwa Tiongkok tidak memiliki urgensi untuk campur tangan secara militer. Pasalnya, blokade yang dilakukan Teheran hanya menargetkan kapal-kapal yang berafiliasi dengan AS dan Israel, sementara pasokan minyak Iran ke Tiongkok dilaporkan tetap berjalan lancar.

Saat ini, militer Iran secara efektif memang memblokade Selat Hormuz yang merupakan jalur vital bagi seperlima ekspor minyak global. Kebijakan ini merupakan langkah balasan atas gempuran AS dan Israel, dengan tujuan utama memberikan tekanan ekonomi berat kepada Washington di saat harga minyak mentah dunia kini bertengger di kisaran $100 per barel.

Di tengah ketegangan militer tersebut, pendekatan diplomasi justru terbukti efektif bagi sejumlah negara. Menteri Luar Negeri India, S Jaishankar, mengungkapkan bahwa negosiasi langsung antara New Delhi dan Teheran telah membuahkan hasil. Berkat komunikasi yang baik, dua kapal tanker gas berbendera India berhasil melintasi selat tersebut pada akhir pekan lalu dengan aman.

Kondisi di perairan Selat Hormuz sendiri masih sangat rawan. Sejak konflik memanas pada akhir Februari, setidaknya 10 kapal tanker telah dilaporkan menjadi sasaran serangan. Otoritas maritim internasional mencatat bahwa sekitar 1.000 kapal tanker minyak saat ini tertahan dan tidak berani mengambil risiko untuk melintasi jalur tersebut.

Sementara itu, respons dari sekutu Eropa AS cenderung penuh kehati-hatian. Prancis menyatakan kesediaannya untuk memikirkan misi pengawalan kapal internasional, namun memberi syarat bahwa hal itu baru akan dilakukan jika pertempuran fisik telah mereda. Senada dengan Paris, Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, bersikap skeptis dan menegaskan negaranya tidak akan terseret aktif ke dalam pusaran konflik bersenjata ini.

Menanggapi tekanan koalisi dari Washington, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran justru melontarkan tantangan balik secara terbuka. Juru bicara IRGC, Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naini, menantang Trump untuk membuktikan klaimnya bahwa angkatan laut Iran telah hancur, dengan mempersilakan AS berani mengirimkan armada kapalnya langsung ke perairan Teluk Persia.

Berita Lainnya

Israel Gempur Gaza Tengah: 13 Warga Palestina Tewas dan Rencana Pembukaan Terbatas Jalur Rafah
Internasional

Israel Gempur Gaza Tengah: 13 Warga Palestina Tewas dan Rencana Pembukaan Terbatas Jalur Rafah

Serangan udara Israel menewaskan 13 warga Palestina di Gaza, termasuk sembilan petugas polisi dan seorang wanita hamil. Insiden tragis ini terjadi di tengah bulan suci Ramadan dan upaya gencatan senjata yang belum stabil. Di sisi lain, muncul kabar pembukaan terbatas gerbang Rafah pada Rabu mendatang untuk memfasilitasi ribuan pasien yang kritis di tengah krisis obat-obatan yang akut.

Baru saja
EROPA BERTINDAK TEGAS! Sanksi Diperpanjang, Putin Balas Ratakan Infrastruktur Energi Ukraina Saat Dunia Lengah!
Internasional

EROPA BERTINDAK TEGAS! Sanksi Diperpanjang, Putin Balas Ratakan Infrastruktur Energi Ukraina Saat Dunia Lengah!

Uni Eropa sepakat memperpanjang sanksi bagi pendukung invasi Rusia, memecah kebuntuan dari Hungaria dan Slovakia. Langkah ini bertepatan dengan gempuran rudal Rusia yang menghancurkan fasilitas energi Ukraina dan menewaskan enam orang di Kyiv dan Zaporizhzhia. Di tengah krisis Timur Tengah yang mengalihkan fokus dunia, para pemimpin Eropa kini mempertimbangkan negosiasi langsung dengan Putin.

23 jam lalu
TRUMP KEOK! Veteran AS yang Nekat Bakar Bendera di Depan Gedung Putih Akhirnya Bebas dari Jerat Hukum!
Internasional

TRUMP KEOK! Veteran AS yang Nekat Bakar Bendera di Depan Gedung Putih Akhirnya Bebas dari Jerat Hukum!

Pemerintahan Presiden Donald Trump akhirnya membatalkan penuntutan terhadap Jan "Jay" Carey, veteran militer AS yang membakar bendera untuk memprotes perintah eksekutif Trump. Sebelumnya, Trump mengancam pembakar bendera dengan hukuman penjara satu tahun. Mahkamah Agung AS telah lama melindungi aksi ini sebagai kebebasan berekspresi, sehingga Departemen Kehakiman terpaksa mundur.

23 jam lalu
LANGIT ISLAMABAD DITUTUP! Drone Taliban Menggila, Pakistan Balas Luluhlantakkan Pangkalan Militer Kandahar!
Internasional

LANGIT ISLAMABAD DITUTUP! Drone Taliban Menggila, Pakistan Balas Luluhlantakkan Pangkalan Militer Kandahar!

Ketegangan memuncak antara Pakistan dan Afghanistan setelah Taliban meluncurkan serangan drone ke wilayah Pakistan. Merespons hal tersebut, Pakistan membalas lewat serangan udara ke fasilitas militer di Kandahar. Konflik yang memanas sejak akhir Februari ini telah menewaskan 75 warga sipil dan memicu 115.000 pengungsi. PBB serta Tiongkok kini mendesak kedua pihak untuk segera berdialog.

23 jam lalu
Kritis di ICU! Mantan Presiden Brasil Dilarikan ke Rumah Sakit, Nyawa Terancam?
Internasional

Kritis di ICU! Mantan Presiden Brasil Dilarikan ke Rumah Sakit, Nyawa Terancam?

Eks Presiden Brasil Jair Bolsonaro kritis di ICU akibat pneumonia serius. Keluarga menuding adanya penelantaran medis di penjara, sementara dokter menyebut kondisi pria 70 tahun ini sangat berisiko fatal.

14 Maret 2026
Dunia Lengah Nonton Perang Iran, Genosida di Gaza dan Tepi Barat Makin Menggila! Korban Tembus 72 Ribu Jiwa
Internasional

Dunia Lengah Nonton Perang Iran, Genosida di Gaza dan Tepi Barat Makin Menggila! Korban Tembus 72 Ribu Jiwa

Saat dunia fokus pada perang AS-Israel di Iran, serangan mematikan di Gaza dan Tepi Barat terus terjadi. Korban jiwa capai 72.000 orang, perbatasan ditutup, dan kelaparan massal mengancam.

14 Maret 2026