Brankas Kosong Misterius! Terungkap Sosok 'Penjaga Rahasia' Jeffrey Epstein yang Masih Pegang Harta Ratusan Juta Dollar

Internasional12 Maret 20265 menit baca
Brankas Kosong Misterius! Terungkap Sosok 'Penjaga Rahasia' Jeffrey Epstein yang Masih Pegang Harta Ratusan Juta Dollar

Brankas Kosong Misterius

Richard Kahn dan Darren Indyke, tangan kanan Jeffrey Epstein, kini mengelola warisan senilai $635 juta. Keduanya dipanggil Kongres AS hari ini untuk mengungkap skandal perdagangan seks sang predator.

Dua orang kepercayaan Jeffrey Epstein, Richard Kahn dan Darren Indyke, kini berada di bawah sorotan tajam setelah dipanggil untuk bersaksi di hadapan Komite Pengawas DPR AS pada Rabu, 11 Maret 2026. Sebagai pelaksana tunggal harta warisan Epstein, mereka memegang kendali penuh atas kekayaan senilai ratusan juta dolar serta dokumen rahasia yang tersisa setelah kematian sang predator seks tersebut di penjara pada 2019 silam.

Sebuah insiden mencurigakan terungkap saat penggeledahan FBI di rumah mewah Epstein, di mana sebuah brankas besar ditemukan berisi permata dan data penting. Namun, karena kendala surat izin, FBI harus kembali di hari berikutnya dan menemukan brankas tersebut sudah kosong. Richard Kahn dilaporkan memerintahkan staf untuk memindahkan isinya ke koper pribadinya sebelum agen kembali, meskipun koper tersebut akhirnya diserahkan ke pihak berwenang.

Para penyintas dan kuasa hukum mereka mempertanyakan mengapa Kahn dan Indyke masih mengontrol kompensasi bagi para korban. Muncul kekhawatiran bahwa posisi mereka sebagai pelaksana warisan digunakan untuk melindungi diri mereka sendiri dari tuntutan hukum. Korban mengklaim bahwa mustahil bagi Epstein menjalankan operasi perdagangan seks skala besar tanpa bantuan finansial dan hukum dari orang-orang terdekatnya.

Dalam persidangan, terungkap bahwa kedua pria ini memiliki otoritas penandatangan atas hampir seluruh akun bank Epstein dan membantu menjalankan berbagai perusahaan yang diduga hanya kedok untuk operasi ilegal. Dokumen pengadilan bahkan menuduh mereka memfasilitasi pernikahan paksa bagi perempuan yang diperdagangkan dari luar negeri agar bisa menetap di AS, meskipun pengacara keduanya membantah keras tuduhan tersebut.

Penampilan Kahn dan Indyke di hadapan komite dipandang sebagai peluang besar untuk mengungkap siapa saja tokoh berpengaruh yang terlibat dalam jaringan Epstein. Meskipun keduanya membantah mengetahui atau menyaksikan pelecehan seksual, para penyintas berharap mereka tidak menggunakan hak amandemen kelima untuk bungkam, sehingga kebenaran di balik "mesin uang" Epstein bisa terbongkar sepenuhnya.

Berita Lainnya

Krisis Selat Hormuz: Seruan Trump Minta Kawalan Kapal Perang Internasional Belum Disambut Positif
Internasional

Krisis Selat Hormuz: Seruan Trump Minta Kawalan Kapal Perang Internasional Belum Disambut Positif

Presiden AS Donald Trump mendesak negara-negara sekutu mengirim kapal perang untuk mengamankan Selat Hormuz yang diblokade Iran. Meski harga minyak melonjak, seruan ini belum mendapat komitmen pasti. Tiongkok dan Eropa memilih bersikap hati-hati, sementara India sukses meloloskan kapalnya lewat diplomasi. Iran sendiri menantang ancaman Trump untuk membuktikan kekuatan militernya.

Baru saja
Israel Gempur Gaza Tengah: 13 Warga Palestina Tewas dan Rencana Pembukaan Terbatas Jalur Rafah
Internasional

Israel Gempur Gaza Tengah: 13 Warga Palestina Tewas dan Rencana Pembukaan Terbatas Jalur Rafah

Serangan udara Israel menewaskan 13 warga Palestina di Gaza, termasuk sembilan petugas polisi dan seorang wanita hamil. Insiden tragis ini terjadi di tengah bulan suci Ramadan dan upaya gencatan senjata yang belum stabil. Di sisi lain, muncul kabar pembukaan terbatas gerbang Rafah pada Rabu mendatang untuk memfasilitasi ribuan pasien yang kritis di tengah krisis obat-obatan yang akut.

Baru saja
EROPA BERTINDAK TEGAS! Sanksi Diperpanjang, Putin Balas Ratakan Infrastruktur Energi Ukraina Saat Dunia Lengah!
Internasional

EROPA BERTINDAK TEGAS! Sanksi Diperpanjang, Putin Balas Ratakan Infrastruktur Energi Ukraina Saat Dunia Lengah!

Uni Eropa sepakat memperpanjang sanksi bagi pendukung invasi Rusia, memecah kebuntuan dari Hungaria dan Slovakia. Langkah ini bertepatan dengan gempuran rudal Rusia yang menghancurkan fasilitas energi Ukraina dan menewaskan enam orang di Kyiv dan Zaporizhzhia. Di tengah krisis Timur Tengah yang mengalihkan fokus dunia, para pemimpin Eropa kini mempertimbangkan negosiasi langsung dengan Putin.

23 jam lalu
TRUMP KEOK! Veteran AS yang Nekat Bakar Bendera di Depan Gedung Putih Akhirnya Bebas dari Jerat Hukum!
Internasional

TRUMP KEOK! Veteran AS yang Nekat Bakar Bendera di Depan Gedung Putih Akhirnya Bebas dari Jerat Hukum!

Pemerintahan Presiden Donald Trump akhirnya membatalkan penuntutan terhadap Jan "Jay" Carey, veteran militer AS yang membakar bendera untuk memprotes perintah eksekutif Trump. Sebelumnya, Trump mengancam pembakar bendera dengan hukuman penjara satu tahun. Mahkamah Agung AS telah lama melindungi aksi ini sebagai kebebasan berekspresi, sehingga Departemen Kehakiman terpaksa mundur.

23 jam lalu
LANGIT ISLAMABAD DITUTUP! Drone Taliban Menggila, Pakistan Balas Luluhlantakkan Pangkalan Militer Kandahar!
Internasional

LANGIT ISLAMABAD DITUTUP! Drone Taliban Menggila, Pakistan Balas Luluhlantakkan Pangkalan Militer Kandahar!

Ketegangan memuncak antara Pakistan dan Afghanistan setelah Taliban meluncurkan serangan drone ke wilayah Pakistan. Merespons hal tersebut, Pakistan membalas lewat serangan udara ke fasilitas militer di Kandahar. Konflik yang memanas sejak akhir Februari ini telah menewaskan 75 warga sipil dan memicu 115.000 pengungsi. PBB serta Tiongkok kini mendesak kedua pihak untuk segera berdialog.

23 jam lalu
Kritis di ICU! Mantan Presiden Brasil Dilarikan ke Rumah Sakit, Nyawa Terancam?
Internasional

Kritis di ICU! Mantan Presiden Brasil Dilarikan ke Rumah Sakit, Nyawa Terancam?

Eks Presiden Brasil Jair Bolsonaro kritis di ICU akibat pneumonia serius. Keluarga menuding adanya penelantaran medis di penjara, sementara dokter menyebut kondisi pria 70 tahun ini sangat berisiko fatal.

14 Maret 2026