Donald Trump Gigit Jari! Hakim AS Beri Pukulan Telak, Blokir Paksa Investigasi Kriminal Bos The Fed

Internasional14 Maret 20263 menit baca
Donald Trump Gigit Jari! Hakim AS Beri Pukulan Telak, Blokir Paksa Investigasi Kriminal Bos The Fed

Ketua Federal Reserve Jerome Powell berbicara dalam konferensi pers usai pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di kantor Federal Reserve, Washington, 29 Oktober 2025.

Hakim federal AS resmi memblokir panggilan pengadilan terkait penyelidikan kriminal Ketua The Fed Jerome Powell. Keputusan ini dinilai jadi pukulan bagi Trump yang mendesak penurunan suku bunga.

Hakim federal Amerika Serikat baru saja menjatuhkan putusan mengejutkan dengan memblokir panggilan pengadilan (subpoena) terhadap bank sentral Federal Reserve (The Fed). Pemblokiran ini berkaitan erat dengan manuver penyelidikan kriminal yang menargetkan sang Ketua The Fed, Jerome Powell. Putusan pengadilan yang baru dibuka untuk publik pada hari Jumat tersebut sontak memicu ketegangan baru di ranah hukum dan konstelasi politik Washington.

Merespons putusan yang tidak menguntungkan itu, Jaksa AS untuk Distrik Columbia, Jeanine Pirro, langsung bereaksi keras. Dalam sebuah konferensi pers, ia melabeli putusan hakim tersebut sebagai sesuatu yang "keterlaluan" dan menyatakan bahwa Departemen Kehakiman akan segera mengajukan proses banding. Pirro mengkritik tajam putusan tersebut karena dianggap memberikan kekebalan hukum mutlak bagi seorang Jerome Powell tanpa dilandasi otoritas hukum yang kuat.

Di sisi lain, Hakim Distrik AS James Boasberg dalam putusannya memberikan teguran dan catatan yang sangat menohok. Menurut Boasberg, seluruh bukti yang dipaparkan di persidangan mengarah pada satu kesimpulan terang: penyelidikan tersebut sengaja dirancang murni untuk menekan dan mengintimidasi Powell. Tujuannya disinyalir kuat agar Powell tunduk pada tekanan Presiden Donald Trump untuk segera memangkas suku bunga, atau memaksanya mundur agar posisinya bisa digantikan oleh figur yang lebih penurut.

Secara resmi, tim jaksa mengklaim bahwa penyelidikan yang dipimpin oleh Pirro berfokus pada kejanggalan proyek renovasi kantor pusat The Fed yang menelan biaya miliaran dolar, serta menyoroti kesaksian Powell terkait proyek tersebut di hadapan Komite Perbankan Senat. Namun, Hakim Boasberg dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah gagal menyodorkan satu pun bukti nyata tindak pidana yang dilakukan Powell, selain fakta bahwa sang bos The Fed membuat keputusan yang tidak disukai oleh Presiden.

Imbas dari putusan pengadilan dan rencana banding ini diprediksi kuat akan memperpanjang masa jabatan Powell di kursi nomor satu The Fed hingga masa baktinya berakhir pada Mei mendatang. Situasi ini semakin diperkuat oleh sikap Senator Thom Tillis yang bersumpah akan terus memblokir konfirmasi Kevin Warsh—kandidat pilihan Trump untuk menggantikan Powell—hingga investigasi ini benar-benar dihentikan. Tanpa persetujuan dari komite, nama Warsh tidak akan bisa maju ke tahap pemungutan suara di Senat penuh.

Di luar drama hukum dan intrik politik ini, ambisi pemerintahan Trump untuk memangkas suku bunga juga tengah terbentur oleh realitas ekonomi global yang sedang memanas. Konflik yang sedang berlangsung dengan Iran telah memicu lonjakan tajam pada harga energi dunia. Situasi penuh ketidakpastian ini mau tidak mau memaksa para pejabat The Fed untuk bersikap jauh lebih hati-hati, sehingga pasar pun mulai membuang jauh-jauh harapan akan adanya pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. (Sumber: CNBC)

Berita Lainnya

Krisis Selat Hormuz: Seruan Trump Minta Kawalan Kapal Perang Internasional Belum Disambut Positif
Internasional

Krisis Selat Hormuz: Seruan Trump Minta Kawalan Kapal Perang Internasional Belum Disambut Positif

Presiden AS Donald Trump mendesak negara-negara sekutu mengirim kapal perang untuk mengamankan Selat Hormuz yang diblokade Iran. Meski harga minyak melonjak, seruan ini belum mendapat komitmen pasti. Tiongkok dan Eropa memilih bersikap hati-hati, sementara India sukses meloloskan kapalnya lewat diplomasi. Iran sendiri menantang ancaman Trump untuk membuktikan kekuatan militernya.

Baru saja
Israel Gempur Gaza Tengah: 13 Warga Palestina Tewas dan Rencana Pembukaan Terbatas Jalur Rafah
Internasional

Israel Gempur Gaza Tengah: 13 Warga Palestina Tewas dan Rencana Pembukaan Terbatas Jalur Rafah

Serangan udara Israel menewaskan 13 warga Palestina di Gaza, termasuk sembilan petugas polisi dan seorang wanita hamil. Insiden tragis ini terjadi di tengah bulan suci Ramadan dan upaya gencatan senjata yang belum stabil. Di sisi lain, muncul kabar pembukaan terbatas gerbang Rafah pada Rabu mendatang untuk memfasilitasi ribuan pasien yang kritis di tengah krisis obat-obatan yang akut.

Baru saja
EROPA BERTINDAK TEGAS! Sanksi Diperpanjang, Putin Balas Ratakan Infrastruktur Energi Ukraina Saat Dunia Lengah!
Internasional

EROPA BERTINDAK TEGAS! Sanksi Diperpanjang, Putin Balas Ratakan Infrastruktur Energi Ukraina Saat Dunia Lengah!

Uni Eropa sepakat memperpanjang sanksi bagi pendukung invasi Rusia, memecah kebuntuan dari Hungaria dan Slovakia. Langkah ini bertepatan dengan gempuran rudal Rusia yang menghancurkan fasilitas energi Ukraina dan menewaskan enam orang di Kyiv dan Zaporizhzhia. Di tengah krisis Timur Tengah yang mengalihkan fokus dunia, para pemimpin Eropa kini mempertimbangkan negosiasi langsung dengan Putin.

15 Maret 2026
TRUMP KEOK! Veteran AS yang Nekat Bakar Bendera di Depan Gedung Putih Akhirnya Bebas dari Jerat Hukum!
Internasional

TRUMP KEOK! Veteran AS yang Nekat Bakar Bendera di Depan Gedung Putih Akhirnya Bebas dari Jerat Hukum!

Pemerintahan Presiden Donald Trump akhirnya membatalkan penuntutan terhadap Jan "Jay" Carey, veteran militer AS yang membakar bendera untuk memprotes perintah eksekutif Trump. Sebelumnya, Trump mengancam pembakar bendera dengan hukuman penjara satu tahun. Mahkamah Agung AS telah lama melindungi aksi ini sebagai kebebasan berekspresi, sehingga Departemen Kehakiman terpaksa mundur.

15 Maret 2026
LANGIT ISLAMABAD DITUTUP! Drone Taliban Menggila, Pakistan Balas Luluhlantakkan Pangkalan Militer Kandahar!
Internasional

LANGIT ISLAMABAD DITUTUP! Drone Taliban Menggila, Pakistan Balas Luluhlantakkan Pangkalan Militer Kandahar!

Ketegangan memuncak antara Pakistan dan Afghanistan setelah Taliban meluncurkan serangan drone ke wilayah Pakistan. Merespons hal tersebut, Pakistan membalas lewat serangan udara ke fasilitas militer di Kandahar. Konflik yang memanas sejak akhir Februari ini telah menewaskan 75 warga sipil dan memicu 115.000 pengungsi. PBB serta Tiongkok kini mendesak kedua pihak untuk segera berdialog.

15 Maret 2026
Kritis di ICU! Mantan Presiden Brasil Dilarikan ke Rumah Sakit, Nyawa Terancam?
Internasional

Kritis di ICU! Mantan Presiden Brasil Dilarikan ke Rumah Sakit, Nyawa Terancam?

Eks Presiden Brasil Jair Bolsonaro kritis di ICU akibat pneumonia serius. Keluarga menuding adanya penelantaran medis di penjara, sementara dokter menyebut kondisi pria 70 tahun ini sangat berisiko fatal.

14 Maret 2026