Brankas Kosong Misterius! Terungkap Sosok 'Penjaga Rahasia' Jeffrey Epstein yang Masih Pegang Harta Ratusan Juta Dollar

Brankas Kosong Misterius
Richard Kahn dan Darren Indyke, tangan kanan Jeffrey Epstein, kini mengelola warisan senilai $635 juta. Keduanya dipanggil Kongres AS hari ini untuk mengungkap skandal perdagangan seks sang predator.
Dua orang kepercayaan Jeffrey Epstein, Richard Kahn dan Darren Indyke, kini berada di bawah sorotan tajam setelah dipanggil untuk bersaksi di hadapan Komite Pengawas DPR AS pada Rabu, 11 Maret 2026. Sebagai pelaksana tunggal harta warisan Epstein, mereka memegang kendali penuh atas kekayaan senilai ratusan juta dolar serta dokumen rahasia yang tersisa setelah kematian sang predator seks tersebut di penjara pada 2019 silam.
Sebuah insiden mencurigakan terungkap saat penggeledahan FBI di rumah mewah Epstein, di mana sebuah brankas besar ditemukan berisi permata dan data penting. Namun, karena kendala surat izin, FBI harus kembali di hari berikutnya dan menemukan brankas tersebut sudah kosong. Richard Kahn dilaporkan memerintahkan staf untuk memindahkan isinya ke koper pribadinya sebelum agen kembali, meskipun koper tersebut akhirnya diserahkan ke pihak berwenang.
Para penyintas dan kuasa hukum mereka mempertanyakan mengapa Kahn dan Indyke masih mengontrol kompensasi bagi para korban. Muncul kekhawatiran bahwa posisi mereka sebagai pelaksana warisan digunakan untuk melindungi diri mereka sendiri dari tuntutan hukum. Korban mengklaim bahwa mustahil bagi Epstein menjalankan operasi perdagangan seks skala besar tanpa bantuan finansial dan hukum dari orang-orang terdekatnya.
Dalam persidangan, terungkap bahwa kedua pria ini memiliki otoritas penandatangan atas hampir seluruh akun bank Epstein dan membantu menjalankan berbagai perusahaan yang diduga hanya kedok untuk operasi ilegal. Dokumen pengadilan bahkan menuduh mereka memfasilitasi pernikahan paksa bagi perempuan yang diperdagangkan dari luar negeri agar bisa menetap di AS, meskipun pengacara keduanya membantah keras tuduhan tersebut.
Penampilan Kahn dan Indyke di hadapan komite dipandang sebagai peluang besar untuk mengungkap siapa saja tokoh berpengaruh yang terlibat dalam jaringan Epstein. Meskipun keduanya membantah mengetahui atau menyaksikan pelecehan seksual, para penyintas berharap mereka tidak menggunakan hak amandemen kelima untuk bungkam, sehingga kebenaran di balik "mesin uang" Epstein bisa terbongkar sepenuhnya.









