Tragedi Berdarah! Rudal AS Hantam Sekolah Putri di Iran, 150 Siswi Tewas Akibat Salah Data Intelijen?

Rudal AS Hantam Sekolah Putri di Iran
Serangan rudal Tomahawk AS ke sekolah putri di Minab, Iran, menewaskan 150 siswi. Investigasi internal mengungkap penggunaan data intelijen usang sebagai pemicu tragedi kemanusiaan ini.
Militer Amerika Serikat tengah berada dalam sorotan tajam setelah muncul laporan bahwa serangan udara yang menghantam sebuah sekolah putri di Minab, Iran, kemungkinan besar disebabkan oleh penggunaan data target yang sudah usang. Tragedi yang terjadi pada hari pertama serangan AS dan Israel ke Iran ini dilaporkan menewaskan sedikitnya 150 siswi. Pentagon hingga kini masih melakukan investigasi internal namun menolak memberikan komentar lebih lanjut.
Dua sumber internal yang memahami masalah ini mengungkapkan kepada Reuters bahwa pejabat yang bertanggung jawab menyusun paket serangan diduga menggunakan intelijen lama. Sekolah tersebut diketahui berlokasi tepat di sebelah kompleks militer yang dioperasikan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Kesalahan fatal dalam pemetaan koordinat ini dituding menjadi penyebab utama rudal salah sasaran dan justru menghantam area pendidikan.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan apa yang disebut para ahli sebagai rudal Tomahawk milik AS saat menghantam lokasi tersebut. Gambar pemakaman massal para siswi yang ditayangkan televisi pemerintah Iran memperlihatkan peti mati kecil terbungkus bendera nasional, memicu gelombang kemarahan publik. Jika terbukti disengaja, serangan terhadap fasilitas sipil seperti sekolah dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang internasional.
Presiden Donald Trump sempat memberikan pernyataan yang simpang siur, awalnya menuduh Iran bertanggung jawab tanpa bukti, namun belakangan menyatakan akan menunggu hasil penyelidikan resmi. Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak pernah secara sengaja menargetkan warga sipil dalam operasi militernya. Namun, tekanan internasional terus meningkat agar AS segera mengakui kesalahan teknis tersebut.
Kasus ini disebut-sebut sebagai salah satu insiden korban sipil terburuk dalam beberapa dekade konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat. Investigasi yang masih berlangsung diharapkan dapat mengungkap bagaimana data lama bisa lolos dalam prosedur penyerangan dan faktor apa saja yang menyebabkan kegagalan sistematis ini. Dunia kini menanti pertanggungjawaban hukum atas hilangnya nyawa ratusan anak-anak sekolah tersebut.









