Bikin Geger! Trump Terang-terangan Akui Vladimir Putin Diam-Diam Membantu Iran Gempur AS dan Israel

Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin pertemuan dewan kepresidenan untuk masyarakat sipil dan hak asasi manusia melalui tautan video di Moskow, Rusia, 9 Desember 2025.
Mengejutkan! Presiden AS Donald Trump blak-blakan menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin membantu Iran dalam perang di Timur Tengah, sebagai balasan dukungan AS ke Ukraina.
Pengakuan mengejutkan datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia secara terang-terangan mengungkapkan keyakinannya bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, turut campur dan memberikan bantuan kepada Iran di tengah konflik bersenjata yang sedang berkecamuk melawan Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan blak-blakan tersebut disampaikan Trump dalam sebuah wawancara radio baru-baru ini. Pengakuan ini cukup menarik perhatian publik, mengingat sepekan sebelumnya Trump sempat meluapkan kekesalannya kepada seorang wartawan di Gedung Putih yang melontarkan pertanyaan serupa mengenai dugaan campur tangan Rusia di Timur Tengah.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai seberapa jauh keterlibatan Moskow, Trump dengan santai mengiyakan bahwa Putin mungkin memberikan bantuan kepada Teheran. Ia menilai bahwa manuver politik Rusia tersebut merupakan bentuk aksi balasan wajar atas campur tangan Amerika Serikat di Eropa Timur.
Trump mengibaratkan situasi ini sebagai aksi saling balas antar-negara adidaya. Menurutnya, Putin kemungkinan besar berpikir bahwa karena Amerika Serikat secara aktif memasok bantuan untuk Ukraina sejak invasi tahun 2022, maka wajar jika Rusia melakukan hal serupa untuk sekutu mereka. "Mereka melakukannya, dan kita juga melakukannya," ujar Trump menyikapi polarisasi konflik tersebut.
Dinamika hubungan antara Washington dan Moskow memang terus menjadi sorotan di tengah memanasnya konflik global. Diketahui bahwa Trump dan Putin sempat melakukan komunikasi melalui sambungan telepon pada awal pekan ini untuk membahas berbagai isu strategis, meskipun detail pembicaraannya tidak diungkap sepenuhnya ke publik.
Terkait dugaan aliran informasi intelijen dari Rusia ke Iran, Utusan Khusus AS, Steve Witkoff, sebelumnya sempat memberikan pernyataan penengah. Witkoff menyebutkan bahwa dalam pembicaraan telepon tersebut, pihak Rusia secara tegas membantah telah membagikan data intelijen militer kepada otoritas di Teheran.
Menghadapi bantahan dari Moskow tersebut, para pejabat AS memilih untuk tidak gegabah. Meskipun Rusia bersikeras mengeklaim tidak ada pertukaran informasi sensitif yang membahayakan pasukan AS dan Israel, pernyataan terbaru dari Trump justru mengisyaratkan bahwa perang proksi di Timur Tengah ini masih sangat rumit dan penuh intrik. (Sumber: CNBC)









