Bikin Geger! Trump Terang-terangan Akui Vladimir Putin Diam-Diam Membantu Iran Gempur AS dan Israel

Internasional14 Maret 20262 menit baca
Bikin Geger! Trump Terang-terangan Akui Vladimir Putin Diam-Diam Membantu Iran Gempur AS dan Israel

Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin pertemuan dewan kepresidenan untuk masyarakat sipil dan hak asasi manusia melalui tautan video di Moskow, Rusia, 9 Desember 2025.

Mengejutkan! Presiden AS Donald Trump blak-blakan menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin membantu Iran dalam perang di Timur Tengah, sebagai balasan dukungan AS ke Ukraina.

Pengakuan mengejutkan datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia secara terang-terangan mengungkapkan keyakinannya bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, turut campur dan memberikan bantuan kepada Iran di tengah konflik bersenjata yang sedang berkecamuk melawan Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan blak-blakan tersebut disampaikan Trump dalam sebuah wawancara radio baru-baru ini. Pengakuan ini cukup menarik perhatian publik, mengingat sepekan sebelumnya Trump sempat meluapkan kekesalannya kepada seorang wartawan di Gedung Putih yang melontarkan pertanyaan serupa mengenai dugaan campur tangan Rusia di Timur Tengah.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai seberapa jauh keterlibatan Moskow, Trump dengan santai mengiyakan bahwa Putin mungkin memberikan bantuan kepada Teheran. Ia menilai bahwa manuver politik Rusia tersebut merupakan bentuk aksi balasan wajar atas campur tangan Amerika Serikat di Eropa Timur.

Trump mengibaratkan situasi ini sebagai aksi saling balas antar-negara adidaya. Menurutnya, Putin kemungkinan besar berpikir bahwa karena Amerika Serikat secara aktif memasok bantuan untuk Ukraina sejak invasi tahun 2022, maka wajar jika Rusia melakukan hal serupa untuk sekutu mereka. "Mereka melakukannya, dan kita juga melakukannya," ujar Trump menyikapi polarisasi konflik tersebut.

Dinamika hubungan antara Washington dan Moskow memang terus menjadi sorotan di tengah memanasnya konflik global. Diketahui bahwa Trump dan Putin sempat melakukan komunikasi melalui sambungan telepon pada awal pekan ini untuk membahas berbagai isu strategis, meskipun detail pembicaraannya tidak diungkap sepenuhnya ke publik.

Terkait dugaan aliran informasi intelijen dari Rusia ke Iran, Utusan Khusus AS, Steve Witkoff, sebelumnya sempat memberikan pernyataan penengah. Witkoff menyebutkan bahwa dalam pembicaraan telepon tersebut, pihak Rusia secara tegas membantah telah membagikan data intelijen militer kepada otoritas di Teheran.

Menghadapi bantahan dari Moskow tersebut, para pejabat AS memilih untuk tidak gegabah. Meskipun Rusia bersikeras mengeklaim tidak ada pertukaran informasi sensitif yang membahayakan pasukan AS dan Israel, pernyataan terbaru dari Trump justru mengisyaratkan bahwa perang proksi di Timur Tengah ini masih sangat rumit dan penuh intrik. (Sumber: CNBC)

Berita Lainnya

Krisis Selat Hormuz: Seruan Trump Minta Kawalan Kapal Perang Internasional Belum Disambut Positif
Internasional

Krisis Selat Hormuz: Seruan Trump Minta Kawalan Kapal Perang Internasional Belum Disambut Positif

Presiden AS Donald Trump mendesak negara-negara sekutu mengirim kapal perang untuk mengamankan Selat Hormuz yang diblokade Iran. Meski harga minyak melonjak, seruan ini belum mendapat komitmen pasti. Tiongkok dan Eropa memilih bersikap hati-hati, sementara India sukses meloloskan kapalnya lewat diplomasi. Iran sendiri menantang ancaman Trump untuk membuktikan kekuatan militernya.

Baru saja
Israel Gempur Gaza Tengah: 13 Warga Palestina Tewas dan Rencana Pembukaan Terbatas Jalur Rafah
Internasional

Israel Gempur Gaza Tengah: 13 Warga Palestina Tewas dan Rencana Pembukaan Terbatas Jalur Rafah

Serangan udara Israel menewaskan 13 warga Palestina di Gaza, termasuk sembilan petugas polisi dan seorang wanita hamil. Insiden tragis ini terjadi di tengah bulan suci Ramadan dan upaya gencatan senjata yang belum stabil. Di sisi lain, muncul kabar pembukaan terbatas gerbang Rafah pada Rabu mendatang untuk memfasilitasi ribuan pasien yang kritis di tengah krisis obat-obatan yang akut.

Baru saja
EROPA BERTINDAK TEGAS! Sanksi Diperpanjang, Putin Balas Ratakan Infrastruktur Energi Ukraina Saat Dunia Lengah!
Internasional

EROPA BERTINDAK TEGAS! Sanksi Diperpanjang, Putin Balas Ratakan Infrastruktur Energi Ukraina Saat Dunia Lengah!

Uni Eropa sepakat memperpanjang sanksi bagi pendukung invasi Rusia, memecah kebuntuan dari Hungaria dan Slovakia. Langkah ini bertepatan dengan gempuran rudal Rusia yang menghancurkan fasilitas energi Ukraina dan menewaskan enam orang di Kyiv dan Zaporizhzhia. Di tengah krisis Timur Tengah yang mengalihkan fokus dunia, para pemimpin Eropa kini mempertimbangkan negosiasi langsung dengan Putin.

23 jam lalu
TRUMP KEOK! Veteran AS yang Nekat Bakar Bendera di Depan Gedung Putih Akhirnya Bebas dari Jerat Hukum!
Internasional

TRUMP KEOK! Veteran AS yang Nekat Bakar Bendera di Depan Gedung Putih Akhirnya Bebas dari Jerat Hukum!

Pemerintahan Presiden Donald Trump akhirnya membatalkan penuntutan terhadap Jan "Jay" Carey, veteran militer AS yang membakar bendera untuk memprotes perintah eksekutif Trump. Sebelumnya, Trump mengancam pembakar bendera dengan hukuman penjara satu tahun. Mahkamah Agung AS telah lama melindungi aksi ini sebagai kebebasan berekspresi, sehingga Departemen Kehakiman terpaksa mundur.

23 jam lalu
LANGIT ISLAMABAD DITUTUP! Drone Taliban Menggila, Pakistan Balas Luluhlantakkan Pangkalan Militer Kandahar!
Internasional

LANGIT ISLAMABAD DITUTUP! Drone Taliban Menggila, Pakistan Balas Luluhlantakkan Pangkalan Militer Kandahar!

Ketegangan memuncak antara Pakistan dan Afghanistan setelah Taliban meluncurkan serangan drone ke wilayah Pakistan. Merespons hal tersebut, Pakistan membalas lewat serangan udara ke fasilitas militer di Kandahar. Konflik yang memanas sejak akhir Februari ini telah menewaskan 75 warga sipil dan memicu 115.000 pengungsi. PBB serta Tiongkok kini mendesak kedua pihak untuk segera berdialog.

23 jam lalu
Kritis di ICU! Mantan Presiden Brasil Dilarikan ke Rumah Sakit, Nyawa Terancam?
Internasional

Kritis di ICU! Mantan Presiden Brasil Dilarikan ke Rumah Sakit, Nyawa Terancam?

Eks Presiden Brasil Jair Bolsonaro kritis di ICU akibat pneumonia serius. Keluarga menuding adanya penelantaran medis di penjara, sementara dokter menyebut kondisi pria 70 tahun ini sangat berisiko fatal.

14 Maret 2026