Kritis di ICU! Mantan Presiden Brasil Dilarikan ke Rumah Sakit, Nyawa Terancam?

Mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, yang diizinkan keluar sementara dari tahanan rumah untuk menjalani perawatan medis, meninggalkan sebuah rumah sakit di Brasilia, Brasil, pada 14 September 2025.
Eks Presiden Brasil Jair Bolsonaro kritis di ICU akibat pneumonia serius. Keluarga menuding adanya penelantaran medis di penjara, sementara dokter menyebut kondisi pria 70 tahun ini sangat berisiko fatal.
Mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, saat ini tengah berjuang melawan kondisi medis serius di ruang perawatan intensif (ICU). Kabar ini mengejutkan publik setelah tokoh politik berusia 70 tahun tersebut didiagnosa menderita pneumonia akut yang berisiko komplikasi fatal.
Tim medis di Rumah Sakit DF Star, Brasilia, mengonfirmasi bahwa Bolsonaro mengalami bronkopneumonia yang diduga kuat akibat aspirasi. Gejala awal yang muncul meliputi demam tinggi, penurunan kadar oksigen, hingga menggigil hebat sebelum akhirnya dievakuasi dari penjara.
Kondisi ini dianggap sangat mengkhawatirkan mengingat usia sang mantan pemimpin yang sudah lanjut. Dokter spesialis memperingatkan adanya risiko bakteri masuk ke aliran darah (septikemia), yang dapat memperburuk keadaan jika tidak ditangani dengan antibiotik dosis tinggi melalui infus.
Keluarga Bolsonaro, melalui anak-anaknya, segera bereaksi keras atas peristiwa ini. Mereka menuding sistem penjara telah mengabaikan kesehatan ayahnya dan bahkan secara terang-terangan menyebut ada upaya sistematis untuk mencelakai sang mantan presiden di dalam sel.
Pihak Mahkamah Agung sebelumnya telah menolak berkali-kali permohonan keluarga agar Bolsonaro menjalani tahanan rumah. Padahal, riwayat kesehatan sang mantan pemimpin memang kerap naik turun sejak insiden penikaman yang menimpanya pada kampanye pemilu 2018 silam.
Saat ini, fokus utama adalah pemulihan total di bawah pengawasan ketat tim kardiologi dan paru. Belum bisa dipastikan kapan ia akan dikembalikan ke sel tahanan, mengingat pengobatan intensif ini memerlukan fasilitas rumah sakit yang lengkap dalam waktu yang belum ditentukan.
Ketegangan politik di Brasil pun kembali memanas seiring dengan memburuknya kesehatan Bolsonaro. Para pendukungnya mulai berkumpul dan menuntut keadilan, sementara pemerintah saat ini terus memantau situasi dengan ketat guna menghindari eskalasi massa.









