EROPA BERTINDAK TEGAS! Sanksi Diperpanjang, Putin Balas Ratakan Infrastruktur Energi Ukraina Saat Dunia Lengah!

Puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Rusia, di tengah gempuran Rusia terhadap Ukraina, di Zaporizhzhia, Ukraina, pada 14 Maret 2026 [Stringer/Reuters]
Uni Eropa sepakat memperpanjang sanksi bagi pendukung invasi Rusia, memecah kebuntuan dari Hungaria dan Slovakia. Langkah ini bertepatan dengan gempuran rudal Rusia yang menghancurkan fasilitas energi Ukraina dan menewaskan enam orang di Kyiv dan Zaporizhzhia. Di tengah krisis Timur Tengah yang mengalihkan fokus dunia, para pemimpin Eropa kini mempertimbangkan negosiasi langsung dengan Putin.
Uni Eropa (UE) kembali mengambil langkah tegas dengan memperpanjang sanksi terhadap individu dan entitas yang mendukung peperangan Rusia di Ukraina. Keputusan ini dicapai pada hari Sabtu oleh 27 negara anggota Dewan UE, memecah kebuntuan yang sebelumnya disebabkan oleh penolakan dari Hungaria dan Slovakia.
Sanksi tersebut menargetkan sekitar 2.600 individu dan entitas, yang mencakup pembatasan perjalanan serta pembekuan aset hingga 15 September mendatang. Perpanjangan sanksi ini diumumkan tepat ketika pasukan Rusia terus menargetkan infrastruktur energi Ukraina secara brutal, menewaskan sedikitnya enam orang di wilayah Zaporizhzhia dan Kyiv.
Langkah ini juga diambil sehari setelah Ketua Dewan UE, Antonio Costa, melontarkan kritik keras terhadap Amerika Serikat. Costa mengecam keputusan AS yang mencabut sanksi terhadap ekspor minyak Rusia, menyatakan di platform X bahwa pelonggaran tersebut hanya akan menambah "sumber daya Rusia untuk melancarkan perang agresi terhadap Ukraina", yang pada gilirannya mengancam keamanan Eropa.
Di lapangan, penderitaan warga sipil terus berlanjut. Menurut Mykola Kalashnyk, administrator militer regional Kyiv, Rusia membombardir wilayah sekitar ibu kota dengan rudal dan drone pada hari Sabtu, menewaskan lima orang dan melukai 15 lainnya.
Sementara itu, Gubernur Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, melaporkan bahwa kotanya dihantam bom berpemandu Rusia yang menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya. Foto-foto yang beredar di dunia maya memperlihatkan bangunan-bangunan yang hancur lebur menjadi puing-puing akibat serangan mematikan tersebut.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengungkapkan bahwa target utama Rusia adalah infrastruktur energi di luar Kyiv. Serangan masif yang melibatkan sekitar 430 drone dan 68 rudal itu juga menyasar wilayah Sumy, Kharkiv, Dnipro, dan Mykolaiv, meskipun sebagian besar berhasil dihalau oleh sistem pertahanan udara Ukraina.
Akibat gempuran musim dingin Rusia, sebagian besar kota-kota utama di Ukraina kini hidup tanpa listrik dan pemanas. Kementerian Energi Ukraina pada hari Sabtu mengonfirmasi bahwa konsumen di enam wilayah harus bertahan dalam kegelapan. Di sisi lain, pasukan Ukraina juga melakukan serangan balasan jarak jauh ke fasilitas strategis Rusia, seperti kilang minyak Afipsky dan Pelabuhan Kavkaz di wilayah Krasnodar selatan.
Situasi di Eropa Timur ini semakin kompleks akibat pecahnya konflik di Timur Tengah. Pertempuran yang melibatkan Iran telah mengalihkan perhatian internasional dari upaya perdamaian di Ukraina yang didukung AS. Momen ini diyakini sedang dimanfaatkan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Perdana Menteri Belgia, Bart De Wever, bahkan mendesak agar UE diberi mandat untuk bernegosiasi langsung dengan Rusia. Mengingat AS mulai mengurangi tekanan terhadap Putin akibat lonjakan harga minyak global, De Wever menilai Eropa harus mencari kesepakatan karena mereka tidak mampu mencekik ekonomi Rusia tanpa dukungan Washington.
Meski demikian, Kepala Diplomat UE, Kaja Kallas, menegaskan bahwa blok tersebut harus menyatukan suara dan merumuskan "tuntutan maksimal" sebelum mendekati Putin. Di sisi lain, Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, justru mendesak UE untuk menangguhkan sanksi energi terhadap Rusia guna meredam lonjakan harga minyak. Hal ini memicu peringatan keras dari Zelenskyy, yang menyebut bahwa Rusia akan terus mengeksploitasi perang di Timur Tengah untuk menyebabkan kehancuran yang lebih besar di Eropa.









