Puncak Mudik 2026 & Syarat Ketat Kesehatan Sopir Bus

Kepala KSP Muhammad Qodari bersama jajaran menteri lainnya dalam konferensi pers persiapan arus mudik 2026, Rabu (11/3). Sinergi lintas kementerian difokuskan pada keselamatan dan kelancaran pergerakan masyarakat.
Pemerintah gelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi sopir bus demi keselamatan mudik Lebaran 2026. Menko AHY juga peringatkan dua gelombang puncak arus mudik pada 14-15 dan 18-19 Maret.
Pemerintah melalui Kantor Staf Presiden (KSP) menaruh perhatian penuh pada keselamatan masyarakat selama masa mudik Lebaran 2026. Sebagai langkah antisipasi kecelakaan, Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, mengumumkan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diwajibkan bagi para pengemudi angkutan umum, khususnya bus, selama periode arus mudik dan arus balik.
Implementasi program ini di lapangan sudah mulai berjalan secara masif. Merujuk pada data awal bulan Maret 2026 dari Kemenko PMK, sebanyak 338 sopir dari 16 pangkalan dan terminal yang tersebar di Jawa Barat hingga Jawa Tengah telah merampungkan pemeriksaan medis ini. Qodari menjamin bahwa fasilitas layanan kesehatan bagi pahlawan jalanan ini akan segera diekspansi ke berbagai provinsi lainnya.
Antusiasme dan cakupan program CKG terpantau terus meroket secara signifikan. Jika pada tahun 2024 hanya berhasil menjangkau 4.019 pengemudi, angkanya melonjak drastis menjadi 7.476 orang di 2025. Peningkatan target di tahun 2026 ini, menurut Qodari, merupakan instruksi langsung dari Presiden sebagai upaya preventif untuk memastikan fisik para sopir benar-benar prima sebelum membawa pulang ratusan ribu nyawa pemudik.
Sementara itu, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti potensi kemacetan parah di jalur mudik. Berdasarkan hasil simulasi Kementerian Perhubungan, AHY memprediksi pergerakan massa tahun ini akan terpecah ke dalam dua gelombang puncak kemacetan, yakni pada tanggal 14 hingga 15 Maret, disusul gelombang kedua pada 18 hingga 19 Maret 2026.
Sinergi pengamanan mudik ini melibatkan lintas kementerian dan lembaga negara. Selain KSP dan Kemenko Infrastruktur, persiapan ini turut dikawal ketat oleh Menko PMK Pratikno, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, dan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho. Pemerintah berkomitmen penuh untuk terus berkoordinasi demi menjamin perjalanan pulang kampung masyarakat Indonesia tahun ini berlangsung aman, sehat, dan minim hambatan.







