EKONOMI LEBARAN TERANCAM? Perang Iran Berkecamuk, Cak Imin Buka-bukaan Soal Nasib Dompet Rakyat!

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat menghadiri agenda Selasar Hangat, Harmoni Lintas Keyakinan di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, Kamis (12/3/2026). (Sumber: KOMPAS.com)
Menko PM Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyatakan pemerintah terus memantau dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi nasional, khususnya di masa Lebaran 2026. Meski harga BBM berfluktuasi, kondisi ekonomi sejauh ini dinilai masih normal. Cak Imin berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan mendukung langkah antisipatif pemerintah guna memitigasi dampak buruk dari perang Iran.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar, memberikan pernyataan terkait situasi geopolitik global yang tengah memanas. Pemerintah Indonesia dilaporkan terus memantau secara intensif kemungkinan dampak dari perang Iran dan konflik Timur Tengah terhadap stabilitas ekonomi dalam negeri, terutama di tengah momentum perayaan Lebaran tahun ini.
Pria yang akrab disapa Cak Imin ini menjelaskan bahwa hingga saat ini, pemerintah belum menarik kesimpulan adanya pengaruh negatif yang signifikan dari konflik tersebut terhadap kondisi ekonomi domestik. Hal ini disampaikannya usai menghadiri acara pelepasan Mudik Gratis di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, pada Minggu (15/3/2026).
“Kita terus monitor, sampai detik ini belum ada kesimpulan. Kita berharap dampaknya belum kelihatan,” ujar Cak Imin di hadapan awak media. Pernyataan ini sekaligus menjadi pesan penenang di tengah kekhawatiran masyarakat akan kenaikan harga kebutuhan pokok selama masa mudik dan Idul Fitri.
Berdasarkan laporan terakhir dalam rapat kabinet, Cak Imin menyebutkan bahwa roda ekonomi nasional secara umum masih bergerak pada jalur yang normal. Meskipun dunia internasional sedang bergejolak, indikator pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai masih cukup stabil dan terjaga dengan baik.
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi secara drastis dalam beberapa waktu terakhir. Meski harga BBM mengalami naik-turun yang cukup tajam akibat kondisi global, pemerintah menilai daya tahan ekonomi nasional masih dalam kategori aman.
“Kemarin hasil rapat kabinet terakhir menunjukkan laporan ekonomi berjalan masih normal, meskipun fluktuasi harga BBM naik-turun drastis, tetapi secara umum pertumbuhan masih oke,” tambahnya lagi. Pemerintah kini memusatkan perhatian pada variabel daya beli masyarakat untuk memastikan momentum Lebaran tetap produktif.
Cak Imin menekankan bahwa daya beli masyarakat selama periode Lebaran akan menjadi indikator kunci. Jika konsumsi rumah tangga tetap tinggi meski ada tekanan global, maka dampak perang Iran bisa dibilang minim bagi Indonesia. Pemerintah pun sangat berharap tidak ada penurunan minat belanja masyarakat yang drastis.
Selain itu, Ketua Umum PKB ini menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai langkah antisipatif yang tengah disiapkan oleh pemerintah pusat. Skenario-skenario mitigasi risiko dianggap sangat penting untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi yang mungkin muncul di masa mendatang jika konflik Timur Tengah semakin meluas.
“Saya dan PKB mendukung langkah-langkah pemerintah untuk mengambil tindakan langkah-langkah antisipatif,” tutur Cak Imin mengakhiri keterangannya. Dukungan ini mencakup upaya menjaga ketersediaan stok pangan dan stabilisasi harga barang di pasar-pasar tradisional maupun ritel modern.
Langkah monitoring ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi para pemudik dan masyarakat luas yang sedang merayakan Lebaran. Dengan pengawasan yang ketat, pemerintah optimistis ekonomi nasional dapat melewati tantangan geopolitik global tanpa guncangan yang berarti. Sumber: KOMPAS.com







