Mensos Gus Ipul Angkat Tangan! Pengelolaan Seluruh Taman Makam Pahlawan Kini Resmi Diambil Alih Kemenhan

Nasional13 Maret 20262 menit baca
Mensos Gus Ipul Angkat Tangan! Pengelolaan Seluruh Taman Makam Pahlawan Kini Resmi Diambil Alih Kemenhan

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul saat memberikan keterangan pers terkait pengalihan wewenang pengelolaan Taman Makam Pahlawan (TMP) ke Kementerian Pertahanan. Ditemui di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026). (Foto: Kompas.com)

Mensos Gus Ipul blak-blakan akui Kemensos tak sanggup lagi kelola Taman Makam Pahlawan (TMP). Sesuai arahan Presiden Prabowo, Kemenhan akan ambil alih penuh aset negara tersebut mulai 1 April 2026.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, secara terbuka mengakui bahwa kementerian yang dipimpinnya saat ini mengalami keterbatasan kapasitas dalam mengelola Taman Makam Pahlawan (TMP) di seluruh Indonesia. Pernyataan blak-blakan tersebut disampaikannya saat ditemui di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, pada pertengahan Maret 2026. Menurutnya, pemeliharaan kompleks makam pahlawan membutuhkan dukungan sumber daya yang jauh lebih besar dan terstruktur.

Sebagai solusi atas keterbatasan tersebut, pemerintah pusat telah memutuskan untuk mengalihkan wewenang dan tugas pengelolaan seluruh TMP. Terhitung mulai awal bulan depan, tongkat estafet kepengurusan ini akan diserahkan sepenuhnya dari Kementerian Sosial (Kemensos) kepada Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Gus Ipul menyambut baik keputusan transisi ini dan meyakini bahwa di bawah komando Kemenhan, penataan TMP akan jauh lebih optimal dan bermartabat.

Keputusan krusial mengenai pemindahan wewenang ini rupanya bukan tanpa alasan. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kepala Negara menilai bahwa Kemenhan memiliki sistem, disiplin, dan infrastruktur yang lebih mumpuni untuk memperkuat pemeliharaan sekaligus menjaga nilai-nilai kebangsaan dan penghormatan terhadap para kusuma bangsa yang bersemayam di sana.

Saat ini, kedua kementerian sedang mengebut proses transisi administrasi maupun operasional di lapangan. Gus Ipul beserta Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, telah menggelar pertemuan khusus untuk menyepakati percepatan serah terima dokumen dan aset. Target utama mereka adalah merampungkan seluruh persoalan administratif teknis maupun yuridis sebelum memasuki bulan April 2026.

Meski target efektif pengambilalihan jatuh pada 1 April, Mensos menegaskan bahwa penyerahan dokumen fisik bisa saja dilakukan lebih cepat, bahkan selama bulan puasa. Selama masa transisi yang krusial ini, pihak Kemensos berjanji tidak akan lepas tangan begitu saja. Mereka akan tetap memberikan asistensi penuh dan mengerahkan sumber daya yang tersisa untuk membantu tim Kemenhan beradaptasi dengan sistem pengelolaan yang baru.

Langkah pengambilalihan ini diharapkan menjadi babak baru dalam sejarah pemeliharaan aset sejarah bangsa. Sebagai informasi, hingga saat ini tercatat ada sekitar 216 Makam Pahlawan Nasional (MPN) yang berada di kompleks TMPN Utama Kalibata, belum termasuk ratusan TMP lainnya yang tersebar di berbagai pelosok daerah. Dengan masuknya Kemenhan, publik berharap kompleks pemakaman para pahlawan ini bisa terawat dengan standar yang lebih tinggi. (Sumber: Kompas.com)

Berita Lainnya

Polda Jabar Serukan Tindakan Masif Cegah Kecelakaan Mudik di Garut, Truk Besar Jadi Sorotan Utama
Nasional

Polda Jabar Serukan Tindakan Masif Cegah Kecelakaan Mudik di Garut, Truk Besar Jadi Sorotan Utama

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menginstruksikan Polres Garut untuk melakukan langkah masif guna mencegah kecelakaan lalu lintas selama musim mudik Lebaran 2026. Salah satu fokus utama adalah menindak tegas truk besar yang nekat beroperasi di jalur mudik, karena kendaraan tersebut kerap menjadi pemicu utama kecelakaan fatal di wilayah rawan.

Baru saja
Tekan Kemacetan Lebaran, Gubernur Jabar Beri Kompensasi Rp1 Juta untuk Ribuan Sopir Angkot Puncak
Nasional

Tekan Kemacetan Lebaran, Gubernur Jabar Beri Kompensasi Rp1 Juta untuk Ribuan Sopir Angkot Puncak

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan kompensasi kepada 2.068 sopir angkot di jalur Puncak, Bogor. Bantuan senilai total Rp1 juta per orang ini diberikan agar mereka berhenti beroperasi selama lima hari (22-24 dan 27-28 Maret 2026) saat libur Lebaran demi mengurai kemacetan. Dinas Perhubungan dan kepolisian akan menindak tegas lewat tilang bagi angkot yang nekat beroperasi.

Baru saja
EKONOMI LEBARAN TERANCAM? Perang Iran Berkecamuk, Cak Imin Buka-bukaan Soal Nasib Dompet Rakyat!
Nasional

EKONOMI LEBARAN TERANCAM? Perang Iran Berkecamuk, Cak Imin Buka-bukaan Soal Nasib Dompet Rakyat!

Menko PM Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyatakan pemerintah terus memantau dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi nasional, khususnya di masa Lebaran 2026. Meski harga BBM berfluktuasi, kondisi ekonomi sejauh ini dinilai masih normal. Cak Imin berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan mendukung langkah antisipatif pemerintah guna memitigasi dampak buruk dari perang Iran.

12 jam lalu
TNI & Polri Sudah 'Cuan' THR dari Pusat! KPK Semprot Kepala Daerah yang Masih Nekat Cari 'Upeti' Tambahan!
Nasional

TNI & Polri Sudah 'Cuan' THR dari Pusat! KPK Semprot Kepala Daerah yang Masih Nekat Cari 'Upeti' Tambahan!

KPK menegaskan kepala daerah tak perlu lagi memberikan THR kepada Forkopimda karena TNI, Polri, dan ASN sudah mendapatkan alokasi Rp55,1 triliun dari pemerintah pusat. Pernyataan ini merespons kasus pemerasan Bupati Cilacap yang mengancam akan merotasi pejabat SKPD jika tak menyetor uang THR. KPK menduga praktik ilegal ini menjadi modus "pengamanan" agar penyimpangan pemda tidak ditindak hukum.

18 jam lalu
KPK Tetapkan Bupati Cilacap Sebagai Tersangka, Diduga Tarik 'Upeti' THR Hingga Ratusan Juta Rupiah!
Nasional

KPK Tetapkan Bupati Cilacap Sebagai Tersangka, Diduga Tarik 'Upeti' THR Hingga Ratusan Juta Rupiah!

KPK menetapkan Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, dan Sekda Sadmoko Danardono sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan THR Idul Fitri 2026. Syamsul diduga menginstruksikan 47 SKPD untuk mengumpulkan dana hingga Rp750 juta demi kepentingan pribadi dan eksternal. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan barang bukti uang tunai senilai Rp610 juta dan langsung menahan kedua tersangka.

18 jam lalu
Fatal! Tak Punya Sertifikat Kebersihan, Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis di Bondowoso Ditutup Paksa BGN
Nasional

Fatal! Tak Punya Sertifikat Kebersihan, Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis di Bondowoso Ditutup Paksa BGN

Puluhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bondowoso ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Penutupan dipicu karena 33 unit dapur tersebut belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) meski sudah sebulan beroperasi. Kapan buka lagi?

14 Maret 2026